Makalah | Berfikir Secara Ekonomi

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Setiap bidang  ilmu pengetahuan memiliki bahasa dan cara berpikirnya sendiri. Pakar matematika berbicara tentang aksioma, integral, dan ruang vector. Psikolog berbicara tentang ego, identitas diri, dan disonansi kognitif. Pengacara berbicara tentang tempat kejadian perkara dan dakwaan , sedangkan ilmu ekonomi berbicara tentang bagaimana seseorang berpikir secara ekonomi.

Di era globalisasi saat ini kebutuhan manusia semakin tidak terbatas. Hal ini dikarenakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat dan menyebabkan manusia untuk mengikuti perkembangan tersebut. Akan tetapi penghasilan sesorang tidak sebanding dengan kebutuhan mereka. Untuk itu dibutuhkan pemikiran secara ekonomis agar semua kebutuhan mereka dapat terpenuhi tanpa mengeluarkan pengorbanan yang melebihi dari batas kemampuan mereka. Dengan berpikir secara ekonomi, seseorang dapat meminimalisasi kebutuhan dan keinginan mereka dengan memprioritaskan kebutuhan yang terpenting. Oleh karena, itu penulis membahas makalah yang berjudul Berpikir Secara Ekonomi untuk membantu para pembaca dalam mengatur perekonomian mereka dengan baik.

Rumusan Masalah

            Adapun rangkaian rumusan masalah pada makalah ini adalah sebagai berikut.

  • Apa pengertian dari berpikir secara ekonomi?
  • Bagaimana metode ilmiah dalam berpikir secara ekonomi?
  • Apa saja model-model ekonomi dalam berpikir secara ekonomi?
  • Mengapa para ekonom tidak pernah sepaham?
  • Bagaimana solusi untuk memecahkan masalah para ekonom yang tidak sepaham?

PEMBAHASAN

            Makalah ini membahas tentang berpikir secara ekonomi yang meliputi pengertian dari berpikir secara ekonomi, metode-metode yang di lakukan oleh ahli

ekonomi, model-model ekonomi, permasalahan dalam pemahaman ahli ekonomi serta solusinya. Uraian lengkap pembahasan tersebut adalah sebagai berikut.

Pengertian Berpikir Secara Ekonomi

Berfikir adalah berkembangnya ide dan konsep dalam diri seseorang dengan proses dinamis, di mana individu bertindak aktif dalam menghadapi hal-hal yang bersifat abstrak. (Diana, tanpa tahun). Ekonomi berasal dari bahasa Yunani yaitu Oikos Nomos, yang berarti tatalaksama rumah tangga atau permilikan (Rosyidi,2009:23). Di mana dalam pengertian ekonomi tersebut menunujukkan sebuah kondisi yang merujuk pada pengertian tentang aktivitas manusia. Khususnya pada usaha untuk bisa mengolah sumber daya yang ada di lingkungan sekitarnya sebagai alat pemenuh kebutuhan hidup. Jadi, pengertian dari berfikir secara ekonomi adalah pemikiran manusia tentang kemiskinan dan kesejahteraan, produksi dan distribusi, pengeluaran dan konsumsi, harga dan uang dan seterusnya. Termasuk di dalamnya penggambaran fenomena ekonomi dan pencarian motif untuk meningkatkan segala daya dan upaya dalam penggambaran kebijakan ataupun tindakan ekonomi pada saat itu. Ide-ide tentang perekonomian telah di telaah dalam pemikiran filosof, ilmuan, ekonom dan lain sebagainya, semuanya berfikir dengan cara mereka sendiri, pemikiran ekonomi terbentuk disebabkan gambaran kombinasi dari semua pemikiran dan terbentuk dari gabungan segala tindakan masing-masing individu, tindakan dari institusi social dan kebijakan dari penguasa saat itu (Bochenski, 2010). Jadi, dapat diambil kesimpulan dari pembahasan diatas bahwa berfikir secara ekonomi adalah cara mengembangkan ide dan konsep tentang bagaimana cara mensejahterakan dan menyeimbangkan perekonomian.

Metode ilmiah dalam Berfikir Secara Ekonomi

Ekonom mencoba untuk memperlakukan bidang ilmunya dengan objektivitas seorang ilmuan. Pendekatan mereka dalam mempelajari ekonomi hampir sama dengan pendekatan seorang fisikawan terhadap benda dan seorang ahli biologi terhadap kehidupan. Mereka menciptakan teori, mengumpulkan data, kemudian menganlisis data ini sebagai usaha untuk membuktikan atau menolak teori (Mankiw, 2012:20). Keadaan saling mempengaruhi antara teori dan observasi terjadi dalam ilmu ekonomi. Seorang ekonom menguji teorinya dengan mengumpulkan dan menganalisis data-data dari berbagai negara. Bila hipotesisnya tidak berkaitan erat dengan permasalahan, teorinya akan diragukan. Sebaliknya bila saling berkaitan dan didukung data-data internasional maka teorinya akan semakin diyakini (Ilm4a7eng, 2011). Dari pendapat-pendapat tersebut seseorang ahli ekonomi sebagai ilmuan yang mengkaji data, menciptakan teori, mengumpulkan data melalui metode ilmiah yaitu pengamatan, teori, dan pengamatan lebih lanjut. Para ekonom sebagai ilmuan juga harus mengumpulkan data dari kejadian apa adanya, memperhatikan eksperimen-eksperimen alami yang terjadi dalam sejarah. Bagian sejarah memberikan pemahaman tentang sejarah perekonomian masa lampau dan mengevaluasi teori-teori pereknomian masa kini. Para ekonom mengumpulkan data yang sesungguhnya, tidak boleh memanipulasi ataupun memalsukan data yang sebenarnya terjadi.

Model-model Ekonomi

Ahli ekonomi  menggunakan model-model yang menggambarkan kenyataan untuk memperbaiki pemahaman kita, yaitu diagram dan persamaan. Dengan memakai model ekonomi untuk mengkaji berbagai isu ekonomi maka dapat kita lihat bahwa model dibangun dengan asumsi.

Diagram Arus Melingkar

Model dalam ekonomi yang disebut dengan diagram arus melingkar (circular-flow) atau dikenal juga sebagai  diagram aliran sirkuler adalah model visual dari ekonomi yang menunjukkan bagaimana arus barang dan  uang mengalir melalui pasar di antara rumah tangga dan perusahaan. Dalam model ini, perekonomian disederhanakan dengan memasukkan hanya dua pelaku ekonomi, yakni rumah tangga dan perusahaan. Perusahaan menghasilkan barang dan  jasa menggunakan bahan baku seperti tenaga kerja, tanah, dan modal (gedung-gedung dan mesin-mesin). Bahan baku ini disebut faktor produksi. Rumah tangga memiliki faktor produksi dan mengkonsumsi barang dan jasa yang di hasilkan perusahaan (Mankiw, 2012:22).

GAMBAR 1 (Mankiw, 2012:23)

PASAR BARANG DAN JASA

·         Perusahaan menjual

·         Rumah tangga membeli

   

PASAR FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI

·         Rumah tanggan menjual

·         Perusahaan membeli

RUMAH TANGGA

·         Membeli dan mengkonsumsi barang dan jasa

·         Memiliki dan menjual factor-faktor produksi

PERUSAHAAN

·         Produksi dan penjualan barang dan jasa

·         Penyewaan dan penggunaan factor-faktor produksi

6

4                       5

3

6                                                                 7

5                                                                                   8

2                                                              1

7                                                                                        8

Keterangan :

  • Tenaga kerja, tanah, dan modal
  • Faktor-faktor produksi
  • Barang dan jasa yang terjual
  • Barang dan jasa yang dibeli
  • Pengeluaran
  • Penerimaan
  • Upah, biaya, dan keuntungan
  • Pendapatan

Rumah tangga dan perusahaan berinteraksi dalam dua jenis pasar. Dalam pasar barang dan jasa, rumah tangga adalah pembeli, sedangkan perusahaan adalah penjual. Dengan kata lain, rumah tangga membeli output (hasil produksi) perusahaan yang berupa barang dan jasa. Dalam pasar factor produksi, rumah tangga adalah pembeli dan perusahaan juga pembeli. Dalam pasar ini, rumah tangga menyediakan bahan baku yang digunakan oleh perusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa. Diagram arus melingkar menyediakan cara yang sederhana dalam menyusun semua transaksi ekonomi yang terjadi antara rumah tangga dan perusahaan dalam perekonomian. (Mankiw, 2010:23)

Dengan demikian, diagram melingkar pada gambar adalah sebuah contoh model sederhana dari sebuah perekonomian. Diagram tersebut menunjukkan beberapa hal detail yang penting, dimana pada bagian dalam dari diagram tersebut adalah arus bahan baku dan produk  dan bagian luar dari diagram tersebut adalah arus uang. Pada nomor 1, rumah tangga menjual tenaga kerja, tanah, dan modal kepada perusahaan dalam pasar faktor produksi. Lalu nomor 2, perusahaan menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa. Setelah itu dapat dilihat pada nomor 3 barang dan jasa tersebut di jual oleh perusahaan. Kemudian pada omor 4 rumah tangga membeli barang dan jasa yang di hasilkan oleh perusahaan melalui pasar barang dan jasa. Pada arus uang nomor 5 menunjukkan bahwa rumah tangga menggunakan uang untuk membeli barang dan jasa dari perusahaan. Nomor 6 menunjukkan bahwa perusahaan menerima uang dari rumah tangga melalui pasar barang dan jasa yang pada nomor 7 perusahaan mengguankan sebagian uangnya untuk membayar faktor-faktor produksi, sisanya adalah milik perusahaan. Kemudian nomor 8 menunjukkan bahwa rumah tangga mendapat pendapatan dari perusahan.

Batas Kemungkinan-Kemungkianan Produksi

Dalam hal ini kita akan menguraikan suatu  model yang paling sederhana, yaitu batas-batas kemungkinan produksi. Batas-batas kemungkinan produksi (production possibilities frontier) adalah sebuah grafik kombinasi hasil yang dapat diproduksi perekonomian dengan faktor produksi dan teknologi yang tersedia yang dapat dipakai oleh perusahaan untuk mengubah faktor produksi  menjadi output.

GAMBAR 2 ( Mankiw, 2012:25)

Jumlah Computer yang diproduksi

3.000

2.200                                                           C

A

2.000

Batas kemungkinan produksi

1.000

B

0                     300                      600    700   1.000 Jumlah Mobil diproduksi

Contoh gambar di atas adalah industri mobil dan komputer bersama-sama menggunakan semua faktor produksi. Dalam perekonomian ini, jika semua sumber daya dipakai oleh industri mobil maka  dapat di hasilkan 1.000 mobil dan tidak ada computer. Sebaliknya, jika  semua sumber daya dipakai oleh industri komputer, perekonomian akan menghasilakan 3.000 komputer dan tidak ada mobil. Jika sumber daya digunakan oleh kedua industri maka dapat dihasilkan 700 mobil dan 2.000 komputer. Hasil yang efesien terjadi jika perekonomian mampu memperoleh semaksimal mungkin dari terbatasnya sumber daya yang tersedia. Garis pada batas kemungkinan produksi mencerminkan tingkat produksi yang efesien. Ketika perekonomian berproduksi pada garis itu, misalnya pada garis A, maka tidak mungkin menhasilkan suatu unit produk tanpa menorbankan produk yang lain. Pada garis B mencerminka hasil yang tidak efesien. Pada garis B hanya mampu menghasilkan 300 mobil dan 1.000 komputer.  Jika sumber ketidakefesienan dihilangkan, perekonomian dapat bergerak dari garis A ke garis B, meningkatkan produksi keduanya, baik mobil (menjadi 700) maupun komputer (menjadi 2.000) (Mankiw, 2012:25).

Demikian dari gambar dan penjelasan tersebut bahwa batas-batas kemungkinan produksi pada gambar tersebut adalah melengkung kearah luar. Hal ini berarti biaya kesempatan mobil diukur dari komputer tergantung pada setiap produk yang dihasilakan dalam perekonomian. Ketika perekonomian menggunakan semua sumber dayanya untuk menghasilkan mobil, bentuk batas kemungkinan produksi menjadi curam. Karena para pekerja dan mesin-mesin yang sebenarnya lebih baik dipakai untuk membuat komputer justru di pakai untuk membuat mobil maka perekonomian menghasilkan kenaikan yang signifikan dalam jumlah komputer yang dikorbankan untuk membuat mobil. Sebaliknya, jika perekonomian menggunakan semua sumber dayanya untuk membuat komputer, kurva kemungkinan produksi menjadi agak landai. Dalam hal ini, sumber daya yang sebaiknya di pakai untuk membuat komputer benar-benar berada di industri komputer dan setiap mlobil yang dikorbankan hanya menghasilkan kenaikan sedikit dalam jumlah produksi komputer.

Pemahaman Para Ekonom yang Tidak Pernah Sepaham

Ekonom sebagai sebuah kelompok sering kali dikrtik karena memberikan nasihat yang bertentengan dengan para pembuat kebijakan. (Mankiw, 2012:29). Sebetulnya ada dua hal yang mendasar mengapa para ekonom sering kali terlihat memberikan nasihat yang bertentangan dengan para pembuat kebijakan, yaitu:

Perbedaan Dalam Penilaian Ilmiah

Ekonom berbeda pendapat untuk alasan yang sama. Ilmu ekonomi adalah ilmu yang masih muda dan masih banyak hal yang harus dipelajari. Para ekonom kadang-kadang berbeda pendapat karena mereka memiliki perasaan yang berbeda terhadap kebenaran suatu teori alternatif atau terhadap ukuran parameter yang penting (Mankiw, 2012:30).

Dari pernyataan tersebut dapat di ambil contoh bahwa ekonom tidak sependapat mengenai soal apakah pemerintah seharusnya mengenakan pajak terhadap rumah tangga berdasarkan pendapatan atau berdasarkan konsumsi (pengeluarannya). Pendukung kebijakan pajak berdasarkan konsumsi percaya bahwa pajak berdasarkan konsumsi akan mendorong rumah tangga untuk menbung lebih banyak karena pendapatan yang ditabung tidak dikenakan pajak. Tabungan yang lebih tinggi, nantinya akan mengarah pada pertumbuhan produktivitas dan standar hidup yang tinggi. Pendukung pajak berdasarkan penghasilan percaya bahwa tabungan rumah tangga tidak akan berpengaruh banyak terhadap perubahan peraturan perpajakan. Kedua kelompok ekonom ini memiliki pandangan normative yang berbeda mengenai sistem pajak karena mereka juga memiliki pandangan positif yang berbeda mengenai seberapa responsive tabungan terhadap insentif pajak.

Perbedaan Dalam Nilai-Nilai

Pemahaman antara orang yang satu dengan yang lain berbeda-beda sehingga memiliki pandangan normative yang berbeda pula terhadap kebijakan apa yang seharusnya di lakuakan  (Mankiw, 2012:30).

Dari pengertian tersebut dapat di ambil contoh, Rifan dan Niki mengambil air dengan berat yang sama dari sebuah sumur di tengah kota. Untuk memelihara sumur itu, pemerintah kota menarik pajak dari para penduduk kota. Rifan memiliki pendapatan sebesar $50.000 dan dikenakan pajak sebesar $5000 atau 10% dari pendapatannya. Pendapatan Niki adalah $10.000 dan dikenakan pajak sebesar $2000 atau 20% dari pendapatannya. Para ahli akan memberikan saran yang bertentangan bagaimana seharusnya warga tersebut dikenai pajak. Menyempurnakan ilmu ekonomi tidak akan menjawab apakah Rifan atau Niki yang membayar pajak lebih banyak.

Solusi Perbedaan Pemahaman Para Ahli Ekonomi

Dalam perbedaan pendapat para ahli eknomi dalam hal penelitian ilmiah dan nilai-nilai, beberapa perbedaan pendapat dikalangan para ekonom tidak terhindarkan. Akan tetapi janganlah perbedaan pendapat tersebut di lebih-lebihkan. Para ahli ekonom harus bisa menyesuaikan kondisi dengan penelitian yang sebenarnya. Pemahaman para ahli ekonomi yang berbeda dikombinasikan dan disimpulkan menjadi suatu pemahaman yang saling melengkapi (Mankiw, 2012:31). Dari solusi tersebut dapat kita simpulkan bahwa seorang ahli ekonomi harus tahu bagaimana cara mengatasi perbedaan pemahaman sesuai situasi dan kondisi dilapangan.

PENUTUP

Kesimpulan

Dari pembahasan diatas dapat kita simpulkan bahwa berfikir secara ekonomi adalah cara mengembangkan pemikiran seorang ahli ekonom bagaimana membuat suatu perekonomian seimbang yang tujuannya untuk menyejahterakan masyarakatnya.

Ahli ekonomi sebagai ilmuan melakukan penelitian mengkaji data, menciptakan teori, dan mengumpulkan data melalui metode ilmiah yaitu pengamatan, teori dan pengamatan lebih lanjut yang tujuannya untuk mengetahui metode apa saja yang di lakukan oleh seorang ekonom dalam melakukan penelitiannya.

Dalam pembahasan selanjutnya ahli ekonomi yang berfikir secara ekonomi menggunakan model-model dalam mengkaji, model-model ekonomi tersebut di bagi menjadi dua yaitu model pertama adalah diagram arus melingkar ataupun dikenal sebagai diagram aliran sirkuler adalah model visual dari perekonomian yang menunjukkan bagaimana arus barang dan uang mengalir di mana pada diagram ini hanya memasukkan dua pelaku ekonomi yaitu perusahaan dan rumah tangga. Selanjutnya model yang kedua adalah  batas kemungkinan produksi adalah sebuah grafik yang menunjukkan berbagai kombinasi output.

Pembahasan selanjutnya membahas tentang para ekonom yang tak pernah sepaham yang di dasari pada dua faktor yang mempengaruhi perbedaan pemahaman mereka yaitu perbedaan dalam penilaian ilmiah dan perbedaan dalam nilai-nilai, di mana perbedaan pemahaman seperti itu dapat dihilangkan dengan cara menyatukan pendapat sesuai dengan penelitian yang sebenarnya.

DAFTAR PUSTAKA

Bochenski. 2010. Berfikir. (online), (http://psikologi.or.id/psikologi-umum-pengantar/berpikir-thinking.html), diakses pada tanggal 15 September 2014.

Ilm4a7eng. 2011. Befirkir Seperti Seorang Ekonom. (online), (http://ilm4a7eng.wordpress.com/2011/10/26/berpikir-seperti-seorang-ekonom/) , diakses pada tanggal 18 September 2014.

Mankiw, N.Gregory. Euston Quah. Peter Wilson. 2012. Pengantar Ekonomi Mikro Edisi Asia. Salemba Empat:Jakarta.

Purnama,S.Diana.___. Definisi Berfikir. (online),

(http://www.slideshare.net/diandradevikha/definisiberpikir), diakses pada tanggal 15 september 2014.

Rosyidi, Suherman. 2009. Pengantar Teori Ekonomi. Rajagrafanda Persada: Jakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s